JALAN-JALAN : FARM HOUSE LEMBANG– NICE PLACE FOR DATING!

Hai gaisss,, long time no see yaa?? Yes, finally I woke up from my hibernation😀

Rasa-rasanya di tahun 2015 ini si gue ga terlalu banyak posting deh,, hmm,, secara kali yah otak gue kayaknya terlalu tumpul buat diasah lagi. Lagi lagi dan lagi, banyak temen-temen yang nanyain kapan artikel terbaru gue bakal terbit lagi. Sambil menghela napas gue jawab apa adanya “maap, lagi nggak mood buat ngetik”. Sebenernya gue punya banyak waktu buat ngetik sehabis pulang kerja, tapi dikarenakan keadaan gue yang kerja part time lagi jadi pembantu rumah tangga, so akhirnya sebelum buka laptop ni jari tangan udah males duluan -.-.. maaf gaiiisss…

Nah, kali ini postingan gue bakalan ngebahas tentang tempat wisata yang lagi hits di bulan Desember di daerah Bandung dan sekitarnya. Temen-temen yang tinggal di Subang pasti pada tahu, apa lagi tempatnya kalo bukan “Farm House – Susu Lembang”. Sebenernya waktu bulan November gue udah lihat itu tempat, cuma waktu itu baru dibuka karena banyak banget karangan bunga yang berjajar di halaman depan. Gue pikir itu bukan tempat wisata, gue pikir itu semacam Rumah Strawberry. Tapi ternyata eh ternyata itu adalah tempat wisata yang konsepnya mengusung tema “Little Europe”..

Awalnya gue bakalan ke Farm House bareng sahabat-sahabat gue dari SMA (Rika, Rio, dan Chacha),, tapi dikarenakan Chacha dan keluarga lagi jalan-jalan ke Purwokerto alhasil rencana jalan-jalan ini dibatalkan. Awalnya gue kecewa karena gagal jalan-jalan ke Farm House, tau sendiri gue ini orangnya “beuki pisan” jalan-jalan ke tempat baru. Tapiiii,, Alhamdulillah jalan-jalan ke Farm Housenya jadi. Dan itu pun bertepatan dengan hari ulang tahun gue dengan seorang idola gue juga,, hahaha.. (gue sebut idola karena gue ngefans banget sama ni kaka senior dari jaman kuliah. Dari pandangan pertama pula saat daftar kuliah, haha,, ups!.. Eh kayaknya gue bikin novel tentang kaka yang satu ini deh, tapi belom rampung. Iyuuhh,, gue lupa nama judulnya apa, udah lama banget soalnya).

Well, abaikan cerita yang itu. Mari kita lanjutkan mengenai Farm House itu sendiri. Waktu itu gue datang 30 menit lebih cepat sebelum tempat ini dibuka. Tau nggak gaiss apa yang terjadi pada saat itu? Tepat jang 08.30 WIB, puluhan mobil dan motor udah ngantri di sepanjang jalan menuju tempat ini. Nggak tanggung-tanggung itu antriannya panjang banget sumpah. Gue kira banyak antrian mobil tuh karena ada yang hajatan, tapi ternyata tujuan mereka sama semua “mau ke Farm House”. Gue dan sang kaka Idola (sebut saja begitu) beruntung banget berangkatnya pake motor, karena kita udah ancang-ancang pasti bakalan macet. Gerbang tempat ini belom dibuka aja udah ngantri banget, apalagi kalo udah buka,, hadooohh.. dan akhirnya jam 9 pun tiba dengan ditandai dibukanya pintu gerbang.

Gue kira area parkirnya ga luas, tapi ternyata luas juga. Dalam beberapa menit area parkiran menjadi penuh dengan kendaraan pengunjung. Gue langsung beli tiket dan kaka idola memarkirkan motornya. Harga tiketnya yaitu Rp. 20.000,- dan bisa ditukarkan dengan 1 cup susu lembang atau sosis bakar. Menurut gue harganya lumayan murah karena kita mendapatkan kompensasi juga. Kita berdua nggak langsung menukarkan tiket karena kita udah kebelet pengen buang air kecil, alhasil tempat tujuan utama yang kita cari adalah “TOILET”. Secara kita udah lama banget nunggu di depan gerbang selama 30 menit sebelum tempat ini dibuka.

FarmHouse1_dinatropika.wordpress

Awal pas kita masuk, kalian bakalan disuguhin dengan adanya lorong jalan yang di sebelah kiri dibatasi dengan pagar yang dibuat dari batang pohon tua yang guedeeee bingit. Enak deh suasananya, soalnya sepanjang lorong jalan ini ada tempat duduk dari kayu buat kita santai-santai. Hhmm,, baru aja dibuka nih spot udah penuh aja, dan nggak ada tempat duduk yang kosong. Hhmm,, ya nggak apa-apa juga sih, lagian kan kita lagi buru-buru cari Toilet. Awalnya kita bingung cari tempat toilet dimana, karena pas keluar dari lorong jalan utama, kita dihadapkan dengan 2 destinasi. Yang ke kiri ada rumah mini yang di depannya ada sepeda (ini tempat udah penuh sama yang foto-foto) dan yang ke kanan ada rumah besar tempat jual souvenir. Awalnya kita bingung, tapi insting kebelet kita mengatakan kalo kita harus lewat ke arah rumah besar.

Dan ternyata bener aja, rumah besar yang menjual berbagai macam souvenir aka buah tangan ini merupakan tempat yang menghubungkan kita ke destinasi berikutnya – “little Europe”. Setelah kita keluar dari rumah yang ini akhirnya kita menemukan petunjuk Toilet di sebelah kiri. Dengan cepat kita langsung belok kiri dan naik tangga ke tempat toilet. Toilet disini lumayan nyaman dan bersih. Setelah turun dari Toilet gue nggak nyangka kalo area di depan mata kita itu adalah area yang kece badai. Sepanjang mata memandangan ke depan terbentang bangunan unik ala-ala eropa. Di sebelah kiri ada bangunan panjang dengan corak hitam dan putih, sedangkan di sebelah kana nada bangunan kecil dengan corak bebatuan di dindingnya.

Tempat ini udah penuh sesak padat dengan pengunjung, kita memutuskan untuk maju ke depan dan masuk ke bangunan tinggi beberapa lantai. Tempat ini lumayan belom penuh pengunjung, kita langsung naik ke lantai dua. Tempat ini banyak furniture kursi dan meja yang ukurannya kecil-kecil. Kayaknya tempat ini kedepannya akan dijadikan café. Sebenernya Farm House ini masih dalam tahap pembangunan, karena pas kita kesana masih ada beberapa area yang belum rampung. Terus pas kita mau ke naik ke lantai atas belom diperbolehkan. Tangga masuk ke lantai atas di tutupi dengan pot-pot sehingga pengunjung tidak bisa masuk. Kaka idola gue ini pernah mencoba untuk menerobos barisan pot, tapi karena badannya tinggi dan besar alhasil badan dia ga muat di sela-sela pot-pot itu. Hadeuuhh hadeuuhhh X-X, kadang gokil juga dia, haha😀

FarmHouse2_dinatropika.wordpress.jpg

Kebetulan lantai dua ini agak sepi dan kita bisa foto-foto sepuasnya dari spot di dalem ruangan ini. Yap! Foto pertama kita diabadikan di tempat ini. Spot nya bagus karena latar di belakang kita itu bangunan ala-ala eropa. Setelah puas foto-foto disini kita langsung foto-foto di area luar café. Ternyata tempat duduk yang disimpan disini adalah sejenis kursi goyang, karena pas gue cobain duduk kursi ini goyang ke depan dan kebelakang. Foto di spot ini juga nggak kalah kerennya karena kita bisa memandang area lapangan hijau di depan mata. Setelah puas foto-foto disini kita melanjutkan kembali jalan-jalan ke area berikutnya.

Area selanjutnya yaitu ke halaman hijau yang kita lihat dari lantai atas tadi. Disini gue berasa kayak di tempat pacuan kuda soalnya areanya persegi dan sepanjang sisi jalan terdapat tempat beristirahat dengan beratapkan payung-payung kanopi. Kita mau istirahat disini aja ga bisa, secara semua tempat udah penuh. So akhirnya kita foto-foto lagi di spot ini. Lumayan lah yah daripada diem mending foto-foto. Kita baru menyadari kalo kita kehausan, so kita lanjut untuk menukarkan tiket tadi dengan 2 cup susu. Kita harus keluar area lagi karena tempat penukaran tiket ada di luar sebelah kanan pintu masuk. Gue pilih susu rasa original dan kaka idola memilih rasa strawberry.

Setelah menukarkan tiket dengan susu, kita mencoba untuk beristirahat di lorong jalan masuk. Semua tempat duduk penuh tapi Alhamdulillah kita mendapatkan tempat yang kosong (meskipun waktu itu perasaan ada 1 orang ibu-ibu yang duduk). Sejenak kita menikmati segarnya susu lembang dengan foto-foto. Gue yakin kaka idola gue kesel banget sama gue karena gue bentar-bentar foto, dikit-dikit minta foto.. hmmm,, maklum, temen yang diajak jalan kali ini maniak banget sama yang namanya foto-foto. Kalo gue diem aja itu tandanya gue jaim dan nggak menikmati wisata. Just be yourself aja sih gais ^^.

Setelah kita sejenak beristirahat, kita melanjutkan masuk kembali ke area wisata. Kita masuk ke rumah kecil sebelah kiri dan ternyata ini rumah isinya tempat jualan souvenir dan menghubungan pengunjung ke wahana jalanan dan sumur yang sepanjang jalannya terdapat gembok-gembok yang dikaitkan di pagar. Yaaa ala-ala di Paris gitu,, ternyata banyak juga orang-orang yang beli gembok dan menyematkan nama mereka di gembok-gembok tersebut. Wahana ini nggak terlalu menarik bagi kita karena toh kita nggak beli gembok juga, hahaha😀

Kita penasaran sama bangunan kecil 2 lantai yang di halaman atasnya itu pasti kece banget buat di foto. Bangunan kecil berdinding batu ini unik soalnya bentuk bangunannya kayak ala-ala perkampungan Belanda. Lalu kita mencoba menaiki tangga dan masuk ke ruangan lantai atas. UPS! Ternyata tempat ini adalah tempat penyewaan kostum ala-alan eropa. Ooww, pantesan ga boleh sembarang orang masuk ke halaman lantai atas, termyata itu khusus untuk orang-orang yang menyewa kostum. Kita berdua langsung tidak minat dan malah minat foto di tangga bangunan ini.

Kita bingung mau kemana lagi karena luas tempat ini Cuma segitu doang dan wahanannya itu-itu doang. Nggak ada tempat yang bikin pengunjung bisa menikmati dengan nyaman. Hmm,, mungkin karena lagi masa liburan dan semua tempat penuh dengan pengunjung jadi mau menikmati pemandangan juga susah. Kita Cuma puter-puter tempat sekali lagi dan foto-foto. Terus kita ke tempat souvenir di rumah besar, ada satu hal menarik yang buat kita langsung melek. Ternyata di tempat ini ada stand khusus untuk menjual hiasan kulkas yang bentuk nya menyerupai barang-barang jualan dalam ukuran mini. Ada indomie mini, ada coca cola mini, ada pepsodent mini, ada blue band mini, dan lain-lain.. lucu bangeettt😀 kita nggak beli karena harganya juga agak lumayan mahal.. harganya Rp. 60.000,- (7 pcs untuk yang ringan sedangkan untuk barang yang berat Cuma 3 pcs aja),, lumayan kaannnn..

FarmHouse3_dinatropika.wordpress.jpg

Dan akhirnya kita memutuskan untuk pulang, sebelum pulang kita mampir dulu ke wahana “little village” yang deket sama area parkir. Di area ini terdapat kandang kuda dan kelinci. Area ini kayaknya khusus untuk pacuan kuda, ada beberapa tanaman juga yang baru ditanam. Dan yang paling unik disini adalah adanya “Rumah the Hobbit”. Hhmm, sayangnya si gue nggak foto-foto disini karena sumpaahhh,, bejubel banget banyak orang. Jadi kita disini Cuma liatin orang-orang aja.

Well selama jalan ke area parkir kita mengoceh mengomentari tempat wisata ini. Menurut kita, tempat ini nggak terlalu cocok untuk wisata bersama keluarga karena tempatnya ga begitu nyaman. Tempat untuk beristirahat sedikit. Terus, kebanyakan kalo orang tua itu sukanya lihat pemandangan alam dan bunga-bunga atau tanaman. Nah, disini tuh pemandangannya terpentok dengan batas, mungkin karena areanya kecil dan tanaman-tanamannya pun baru ditanam jadi belum seutuhnya rapi. Tempat ini kelebihannya hanya menyuguhkan hadirnya nuansa Eropa. Dan kita berdua memutuskan untuk tidak mengajak orang tua kita jalan-jalan ke tempat ini. Mereka mungkin akan jenuh berada disini karena pemandangannya terbatas. Yap! Tempat ini hanya cocok buat pasangan muda. Nice place for dating J

Selamat menikmati jalan-jalan ke tempat ini teman-teman,, rasakan sensasi Eropa saat kalian berada disini ^^.

FarmHouse4_dinatropika.wordpress

FarmHouse5_dinatropika.wordpress.jpg

FarmHouse6_dinatropika.wordpress.jpg

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: