Contoh Duplik Pidana (Hasil Tugas Kuliah)

buad temen-temen sesama mahasiswa fakultas hukum ataupun orang awam yang ingin tahu mengenai rekes2 persidangan,, dina kasih contoh2nya ne disini,,
tapi maap ya kalo agak2 rancu ato penulisannya ada yang salah,,hehe,,maklum,,dina sekedar share ajja ttg tugas2 kuliah selama ini ^^
*semoga bermanfaat* ^^

LAW FIRM
“WILDI MULYAWAN & ASSOCIATES”
S.K. Menteri Kehakiman No.A.2423-KP.05.12-98
Office: Bumi Abdi Praja Gang VB No.123, Subang – 41251 INDONESIA
Phone: (0260) 418999

“UNTUK KEADILAN”
D U P L I K
——————
TANGGAPAN PENASIHAT HUKUM
ATAS REPLIK JAKSA PENUNTUT UMUM

Majelis Hakim yang terhormat,
Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Sebelumnya kami Tim Penasihat Hukum Terdakwa Seniman mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di persidangan ini, terutama pada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini, karena kami masih diberi kesempatan untuk mengajukan tanggapan atas Replik Jaksa Penuntut Umum. Dengan tanggapan atas tanggapan ini, kami sama sekali tidak bermaksud memperlambat atau mempersulit jalannya persidangan, namun kesempatan yang disediakan oleh prosedur Hukum Acara Pidana ini kami tujukan semata-mata untuk mencari kebenran sejati untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam perkara ini.
Bahwa setelah mempelajari point-point replik dari Jaksa Penuntut Umum, maka berikut ini kami akan memberikan tanggapan point demi point sebagai berikut:
a. Bahwa Tim Penasihat Hukum tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum berkaitan dengan pembuktian fakta-fakta di persidangan atas dasar pertimbangan sebagai berikut:
– Bahwa meskipun saksi Wariah dan Sijumpa mendengar terdakwa berteriak “Keluar kau Bonet, ayahmu sudah kubunuh” namun hal tersebut tidak saja dapat dikatakan bahwa terdakwa benar-benar telah melakukan pembunuhan dengan cara disengaja. Terdakwa menusuk korban Simalama sehingga menyebabkan korban meninggal adalah karena terdakwa membela diri atas serangan yang terlebih dahulu mengancam terdakwa maka terdakwa melakukan pembelaan diri.
– Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dan visum et repertum, tidak dijelaskan bagian tubuh mana yang terkena tusukan. Tidak dijelaskan secara jelas dan rinci apakah penusukan terjadi di sekitar dada atau di perut.
– Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di tempat kejadian perkara dan sesuai keterangan para saksi, tidak jelas dikatakan pemukulan yang dilakukan terdakwa dilakukan di bagian tubuh yang mana.
– Pada saat terdakwa telah menusuk korban Simalama, korban memang tidak mengetahui apakah korban meninggal atau tidak. Setelah dipastikan bahwa korban meninggal, terdakwa baru menyadari perbuatannya dan menyerahkan diri ke kantor polisi karena menyesal atas perbuatannya. Selama diinterogasi dengan polisi pun, terdakwa sangat kooperatif dan tidak berbuat yang macam-macam.
b. Kami memang mengakui bahwa terdakwa pernah berteriak
“Keluar kau Bonet, ayahmu sudah kubunuh” di depan rumah korban Simalama. Namun hal tersebut dilakukan terdakwa karena masih terbawa emosi yang meluap-luap atas kejadian sebelumnya dimana diri terdakwa dalam keadaan terancam saat menghadapi korban Simalama yang pada saat itu menyerang secara membabi buta dengan menggunakan goloknya. Akibat kejadian tersebut maka terdakwa mengalami keguncangan emosi yang meluap-luap sehingga berteriak-teriak di luar kendalinya.
c. Berdasarkan pada kedua tanggapan yang telah diuraikan di atas, maka persoalan apakah terdakwa telah melakukan tindak pidana dengan sengaja membunuh, menganiaya, atau khilaf adalah menjadi tidak relevan.

Majelis Hakim yang terhormat,
Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Berkaitan dengan hal tersebut, kami tetap berkesimpulan bahwa dakwaan primer Pasal 338 KUHP, dakwaan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, dan dakwaan lebih subsider Pasal 359 KUHP tidak dapat dibuktikan pada diri terdakwa, sehingga menurut hemat kami, terdakwa hanya dapat dipersalahkan dengan dakwaan Pasal 49 ayat (1). Sekalipun tidak ada alasan pemaaf dan pembenar bagi terdakwa, namun kami memandang bahwa sesuai dengan kondisi yang menyertai terdakwa, maka terdakwa harus dihindarkan dari penjatuhan sanksi pidana sebagaimana yang telah disebutkan.

Bahwa dengan demikian maka kami menyatakan tetap pada pembelaan sebagaimana telah kami bacakan pada sidang tanggal 6 April 2012.

Akhirnya pertimbangan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dan harapan kami adalah terwujudnya hukum pidana yang adil dan manusiawi dalam perkara ini.

Subang, 22 April 2011
Hormat Kami,
Tim Penasihat Hukum Terdakwa,

1. Wildi Mulyawan, SH, MH.

2. Dina Berliana Mustika, SH.

3. Robby Nugraha, SH.

    • ari
    • May 20th, 2014

    izin buat referensi yaaaa…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: