Contoh Putusan Pengadilan (Hasil Tugas Kuliah)

P U T U S A N
Nomor : 45/PID.B/2012/PN.Subang

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan tersebut di bahwah ini dalam perkara terdakwa;

Nama Lengkap : SARIMIN Sm.Hk.
Tempat Lahir : Subang
Umur / Tgl Lahir : 48 tahun / 15 Juli 1964
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : WNI
Tempat tinggal : Jl. Tebing Batu no. 1200 Subang
Agama : Islam
Pekerjaan : Advokat/Pengacara
Pendidikan : Strata 1

Terdakwa ditahan oleh Penyidik POLRI dengan jenis penahanan RUTAN sejak tanggal 20 April 2012 s.d. dipindahkan ke Pengadilan Negeri Subang.

Terdakwa di persidangan didampingi oleh penasehat hukumnya yang bernama:
1. Feby Daniar Maharrani, SH.,MH.;
2. Mutiara Hajar, SH.;
3. Danial Rochmat SH.;
Advokat/Pengacara pada kantor Feby Daniar Maharrani & Associates yang beralamat di Jalan Seroja No.35 Subang 41213.

Pengadilan Tinggi tersebut ;
Setelah membaca berkas pemeriksaan pendahuluan dan surat-surat lain yang bersangkutan dengan perkara;


Setelah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Subang No.012/Pen.Pid/2012/PN.Sbg. tertanggal 10 Februari 2012 tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut;
Setelah membaca Penetapan Ketua Majelis No.013/Pen.Pid. /2012/PN.Sbg. tertanggal 11Februari 2012 tentang penetapan hari sidang.
Setelah mendengar pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan Nomor Register Perkara PDM-15/Sbg/32/2012 tertanggal 15 Februari 2012;
Setelah memperhatikan pembacaan Nota Keberatan atau Eksepsi dari tim Penasehat Hukum Terdakwa atas Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tertanggal 22 Februari 2012 yang pada akhir kesimpulannya berpendapat: Bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum nyata-nyata telah salah dalam menerapkan hukum atau Pasal yang seharusnya didakwakan terhadap Terdakwa, hal ini dikarenakan dakwaan Pasal 372 KUHP tidak memenuhi unsur-unsur materiil.
Setelah memperhatikan Putusan Sela Majelis Hakim tanggal 22 April 2012 yang amarnya berbunyi:
1. Menyatakan bahwa keberatan tim Penasihat Hukum Terdakwa Sarimim tidak diterima.
2. Menyatakan bahwa Surat Dakwaan Penuntut Umum pada tanggal 15 Februari 2012 Nomor Register Perkara PDM-15/Sbg/32/2012 adalah memenuhi syarat Undang-undang karenanya dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan di persidangan dalam perkara ini.
3. Menyatakan bahwa pemeriksaan perkara Terdakwa Sarimin dilanjutkan.
Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa di persidangan;

Setelah mendengar pula Tuntutan/Requisitor dari Jaksa Penunutut Umum Nomor: PDM/SBG/V/2012 yang dibacakan pada tanggal 22 Mei 2012, yang pokoknya menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang yang mengadili dan memeriksa perkara ini memutuskan:
1. Menyatakan bahwa TERDAKWA SARIMIN terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana termaksud dalam Pasal 372, sesuai dengan Dakwaan Alternatif Kesatu dari Surat Dakwaan Penuntut Umum.
2. Menyatakan bahwa TERDAKWA SARMIN terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana termaksud dalam Pasal 378 KUHP , sesuai dengan Dakwaan Alternatif Kedua dari Surat Dakwaan Penuntut Umum.
3. Menjatuhkan pidana terhadap TERDAKWA SARIMIN. dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama TERDAKWA berada di tahanan sementara dengan perintah TERDAKWA tetap ditahan, pidana denda sebesar Rp. 20.000.000,-( dua puluh juta rupiah ), dan jika terpidana tidak membayar uang denda paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana penjara selama 1 tahun.
4. Menyatakan barang bukti berupa:
Surat perintah penyitaan No. Pol. SP. Sita/321/K/2012 Serse tanggal 13 April 2012 telah disita dari TERDAKWA Sarimin barang bukti berupa Bukti Tertulis 5 lembar copy kwitansi @ Rp. 10.000.000,- dan 1 lembar copy kwitansi Rp. 5.000.000,- , 1 lembar copy surat kuasa khusus, daftar rincian uang yang diterima oleh terdakwa dari Katimin, copy surat dari fakultas Hukum Universitas Gemilang Bogor tanggal 12 November 1984 yang diserahkan kepada terdakwa sebagai peserta ujian dari Fakultas Hukum, copy surat keteramgan dari terdakwa yang kata “Muda”nya dicoret, dan bukti papan reklame atas nama Sarimin SH.
5. Menetapkan supaya terpidana dibebani biaya perkara sebesar Rp. 25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah).

Setelah memperhatikan pula pembelaan Tim Penasihat Hukum Terdakwa yang disampaikan secara tertulis dan dibacakan di persidangan tanggal 29 Mei 2012 yang pada pokoknya berpendapat bahwa:
 Dakwaan Pasal 372 KUHP, yang menyatakan bahwa Terdakwa Sarimin,SH telah melakukan Penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
 Secara objektif harus diakui bahwa dakwaan Pasal 378 KUHP yang didakwakan pada Terdakwa yang menyatakan Terdakwa telah melakukan tindak pidana Penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP telah TERBUKTI secara sah dan meyakinkan. Namun demikian ada beberapa catatan sesuai dalam fakta yang terungkap di persidangan yang bersifat meringankan Terdakwa.

Setelah memperhatikan replik dari Jaksa Penuntut Umum atas Pembelaan Tim Penasihat Hukum yang diajukan pada tanggal 10 April 2012, yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:
- Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan penasihat Hukum terdakwa karena meurut Penuntut Umum fakta di persdidangan telah membuktikan bahwa terdakwa telah melakukan penggelapan terhadap uang yang seharusnya digunakan untuk biaya perkara dan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya bukan dengan unsur kejahatan, sehingga terdakwa tetap dapat dipersalahkan melanggar pasal 372 KUHP;
- Bahwa berkaitan dengan hal tersebut, maka Penuntut Umum menyatakan tetap pada tuntutannya.

Setelah memperhatikan pula Duplik dari Tim Penasihat Hukum yang diajukan pada tanggal 17 April 2012 yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa Jaksa Penuntut Umum telah merekonstruksi alat bukti petunjuk secara subjektif bahwa pasal yang didakwakan kepada terdakwa atas tuduhan tindak pidana penggelapan tidak dapat diterapkan karena perbuatan itu tidka dilakukan dengan sengaja oleh terdakwa.
- Bahwa berkaitan dengan hal tersebut, maka penasihat hukum menyatakan tetap pada pembelaan.

Menimbang bahwa terdakwa dihadapkan di persidangan Pengadilan Negeri Subang telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum telah melakukan perbuatan pidana seperti tersebut dalam surat dakwaan penuntut Umum tertanggal 15 Februari 2012, Nomor: No.PDM-34/Sbg/02/2012 yaitu sebagai berikut:
Bahwa ia terdakwa Sarimin pada tanggal 12 mei atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan mei 2011 di Jalan Tebing Batu no 1200 Subang atau setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Subang, dengan maksud untuk melakukan tindak pidana penggelapan uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk biaya perkara dan Rp. 5.000.000,- untuk pengajuan sita jaminan , banding atau upaya hukum lainnya yang seluruh atau sebagiannnya adalah milik Tuan Katimin. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara meminta sejumlah uang kepada katimin secara bertahap berjumlah total Rp. 50.000.000,- untuk keperluan mengurus gugatan perkara perdata berkaitan dengan tanah, dan untuk itu Katimin menandatangani dan memberikan Surat Kuasa Khusus kepada Sarimin untuk mewakilinya dalam perkara Perdata di Pengadilan Negeri. Selama persidangan berjalan, setiapa kali Katimin menanyakan proses persidangan selalu dijawab oleh Sarimin bahwa “perkara berjalan baik dan lancar”. Sekitar akhir bulan Desember 2011, Pengacara tersebut meminta kembali uang kepada kliennya dan menyatakan bahwa gugatan Katimin telah diputus dan menang di Pengadilan Negeri, dan diperlukan biaya Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk mengajukan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya, dimana ia menyuruh pegawainya Kusono untuk mengambil uang tersebut di rumah Katimin.
Pada Bulan Januari 2012 ternyata pihak klien baru mengetahui putusan tersebut setelah melihat pemberitahuan resmi dari Juru Sita Pengadilan Negeri tertanggal 9 Desember 2011 yang ternyata menolak gugatan Katimin. Klien tersebut sangat kaget karena sebelum itu kuasanya memberitahukan bahwa gugatanya dimenangkan dalam putusan Pengadilan Negeri Subang. Katimin kemudian mendatangi Sarimin dan meminta kembali uang yang telah diberikannya dengan alasan uang tersebut tidak dipergunakan untuk mengurus perkara melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi pengacara tersebut. Sarimin menolak permintaan Katimin.Perbuatan Terdakwa tersebut mangakibatkan Katimin mengalami kerugian materiil.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam Pasal 372 KUHP.
Atau

Bahwa ia terdakwa Sarimin pada tanggal 12 mei atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan mei 2011 di Jalan Tebing Batu no 1200 Subang atau setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Subang, dengan maksud untuk melakukan tindak pidana penipuan kepada Tuan Katimin berupa rangkaiain kebohongan untuk menangani perkara perdata berkaitan dengan tanah, dan kemudian sekitar bulan mei 2011 meminta biaya sebesar Rp. 50.000.000,- untuk mengurus biaya perkara. Selama persidangan berjalan, setiapa kali Katimin menanyakan proses persidangan selalu dijawab oleh Sarimin bahwa “perkara berjalan baik dan lancar”. Sekitar akhir bulan Desember 2011, Pengacara tersebut meminta kembali uang kepada kliennya dan menyatakan bahwa gugatan Katimin telah diputus dan menang di Pengadilan Negeri, dan diperlukan biaya Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk mengajukan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya, dimana ia menyuruh pegawainya Kusono untuk mengambil uang tersebut di rumah Katimin. Selanjutnya diperoleh pengakuan bahwa gelar sarjana hukum tersebut tidak benar karena ijazah yang dimilikinya adalah “Sarjana Muda Lengkap Hukum”. Kata “Muda” dihapus sehingga yang tertulis di ijazah adalah “Sarjana Lengkap Hukum” karena itu ia memakai gelar SH (sarjana hukum) di belakang nama pribadinya.
Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP.

Menimbang, bahwa di persidangan telah diperiksa saksi-saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum yang dibawah sumpah menerangkan hal-hal yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Saksi Katimin:
• Bahwa saksi membenarkan semua keterangan dalam BAP.
• Benar saksi dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani serta bersedia untuk diperiksa serta akan memberikan keterangan serta jawaban yang sebenarnya.
• Bahwa saksi mengetahui keterangannya diambil sehubungan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang didakwakan kepada TERDAKWA.
• Bahwa benar saksi mengenal TERDAKWA.
• Pernah memberikan surat kuasa khusus kepada terdakwa untuk menangani perkara gugatan sengketa tanah pda sekitar bulan mei 2011 dimana saksi 1 sebagai penggugat, karena terdakwa merupakan seorang pengacara bergelar SH
• Bahwa saksi telah mengeluarkan biaya penangananan perkara sebesar Rp. 50.000.000,- yang diserahakan secara bertahap secara langsung kepada terdakwa dan sebesar Rp. 5.000.000,- kepada pegawai terdakwa yang bernama Sasono.
• Bahwa perkara yang dkuasakan kepada terdakwa telah disidangkan sekitar bulan juli 2011 dan diputus sekitar bulan November 2011 dan setiap kali ditanya saksi, terdakwa selalu menjawab hasil baik dan lancar.
• Bahwa saksi diberitahu bahwa gugatan yang diajukan oleh saksi ditolak pengadilan negeri dan baru diketahui saksi pada bulan januari 2012 padahal saksi diberitahu oleh terdakwa bahwa saksi memenangkan perkara.
• Bahwa setelah mengetahui perkaranya kalah, saksi berusaha untuk meminta kemabali uang yang pernah disetorkan kepada terdakwa yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkara yang diproses di Pengadilan Negeri.
• Bahwa permintan tersebut diatas disanggupi oleh terdakwa tetapi tidak ada hasilnya sehingga saksi melapor ke polisi.
• Bahwa terdakwa membuat surat pernyataan pada sekitar bulan mei 2012 yang menyanggupi untuk mengganti Rp. 8.000.000,- asalkan pengaduan saksi dicabut. Tetapi pada tanggal yang dijanjikan terdakwa tidak memenuhi janjinya maka saksi tidak mencabut laporannya.
2. Saksi Sukanam:
• Bahwa benar saksi sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa benar saksi mengenal TERDAKWA dan merupakan paman dari saksi korban yang sering mendampingi saksi korban ke rumah terdakwa untuk menyerahkan sejumlah uang guna kepentingan biaya perkara gugatan tanah.
• Bahwa pembayaran dilakukan secara berangsur dan setap selesai sidang saksi juga bertanya kepada terdakwa dan selalu dijawab hasilnya baik dan lancar.
• Bahwa terdakwa sering meminta uang untuk biaya sita jaminan, banding, upaya hukum lain dan eksekusi dimana permintaan tersebut sedapat mungkin dipenuhi oleh saksi korban.
3. Saksi Hadim:
• Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa saksi mengetahui keterangannya diambil sehubungan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang didakwakan kepada TERDAKWA.
• Bahwa saksi korban pernah maminjam uang kepadanya untuk membayar perkara sebesar Rp. 5.000.000,-
• Bahwa saksi mengetahui bahwa saksi korban pernah menyerahkan uang itu kepada Kusono seorang pegawai terdakwa.
4. Saksi Kusono:
• Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa saksi merupakan pegawai dikantor terdakwa
• Bahwa saksi pernah disuruh terdakwa ke rumah saksi korban untuk meminta uang Rp. 5.000.000,-
• Bahwa setelah menerima uang tersebut langsung diserahkan saksi kepada terdakwa.
5. Saksi Iton Taruan:
• Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa saksi merupakan mantan penitera pengadilan negeri
• Bahwa saksi mengetahui terdakwa pernah mewakili saksi korban berperkara perdata dipengadilan negeri dan kuasa yang dipegang terdakwa hanya berlaku untuk pengadilan negeri saja.
• Bahwa perkara dimulai sekitar juli 2011 dan diputus sekitar November 2011, sedangkan biaya perkara yang disetorkan terdakwa Rp. 100.000,-
• Bahwa putusan pengadilan negeri menolak gugatan saksi korban dan putusan berkekuatan hukum tetap karena tidak mengajukan banding.
6. Saksi Taufik SH.
• Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa saksi adalah dekan fakultas hukum Universitas Gemilang
• Bahwa Fakultas Hukum Universitas Gemilang perneah mengeluarkan surat keterangan bahwa terdakwa telah lulus ujian sarjana muda lengkap hukum dimana dalam surat tersebut tidak pernah ada coretannya

7. Saksi Hidaman:
• Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
• Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
• Bahwa saksi adalah kepala bagian administrasi Universitas Gemilang.
• Bahwa terdakwa telah lulus ujian sarjana lengkap hukum dan telah menempuh ujian sarjan lengkap lokal, tetapi belum ujian sarjana lengkap Negara, sehingga belum berhak mencantumkan gelar SH, karena yang diakui adalah gelar SH hasil ujian Negara.
Menimbang, bahwa di persidangan didengar keterangan terdakwa yang pada pokoknya telah menerangkan sebagai berikut:
• Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani dan bersedia untuk diperiksa serta akan memberikan keterangan serta jawaban dengan sebenarnya.
• Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa mengaku belum pernah dihukum.
• Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa TERDAKWA didampingi penasehat hukum.
• Bahwa TERDAKWA mengerti alasan dilakukannya persidangan.
• Bahwa TERDAKWA kenal dengan Saksi Katimin, Sukanam, Kusono, iton taruan, Taufik SH, Hidaman.
• Bahwa TERDAKWA tidak membenarkan BAP.
• Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa menerangkan tidak pernah melakukan Tindak Pidana yang disangkakan dan hanya menjalankan didasarkan pada hal-hal yang sah dan dibenarkan baik secara profesi maupun secara hukum.
Menimbang, bahwa di persidangan telah diajukan dan diperlihatkan alat bukti lainnya dan barang bukti berupa:
1. Bukti tertulis 5 lenbar copy kwitansi @ Rp. 10.000.000,- dan 1 lembar copy kwitansi Rp. 5.000.000,-
2. 1 lembar copy surat kuasa khusus.
3. Daftar rincian uang yang diterima oleh terdakwa dari katimin.
4. Copy Surat dari fakultas hukum Universitas Gemilang Bogor tanggal 12 November 1984 yang diserahkan kepada terdakwa sebagai peserta ujian dari fakultas hukum.
5. Copy surat keterangan dari terdakwa yang kata “Muda”nya dicoret.
6. Bukti papan reklame atas nama Sarimin SH.
Menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, kemudian dihubungkan dengan alat bukti/barang bukti lainnya, maka pada gilirannya Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta sebagai berikut:
• Bahwa terdakwa pada tanggal 12 Mei atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan Mei 2011 di Jalan Tebing batu no 1200 Subang atau setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Subang, dengan maksud untuk melakukan tindak pidana penggelapan uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk biaya perkara dan Rp. 5.000.000,-(lima juta rupiah) untuk pengajuan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya yang seluruh atau sebagiannya adalah milik Tuan Katimim.
• Bahwa terdakwa memberikan keterangan palsu tentang perkara yang sedang ditanganinya dengan mengatakan kepada korban bahwa perkara berjalan baik dan lancar.
• Bahwa korban percaya dengan apa yang dikatakan oleh terdakwa dan selalu menuruti apa yang diminta oleh terdakwa dengan memberikan sejumlah uang.
• Bahwa diketahui oleh korban sekitar bulan Januari 2012 perkara yang ditangani oleh terdakwa dinyatakan ditolak oleh Pengadilan Negeri.
• Bahwa perkara telah dinyatakan ditolak sekitar bulan November 2011 dan tidak diberitahukan kepada korban.
• Bahwa korban meminta kembali uang yang telah disetorkan kepada terdakwa untuk biaya perkara, banding, sita jaminan, dan upaya hukum lain.
• Bahwa terdakwa telah memalsukan ijazah sarjana yang diperolehnya dari universitas gemilang.
• Bahwa terdakwa sanggup untuk mengembalikan sebagian uang korban dalam jangka waktu tertentu.
• Bahwa pada waktu yang telah dijanjikan terdakwa tidak juga mengembalikan uang kepada korban seperti yang dijanjikan.
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan apakah secara yuridis perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur dakwaan Jaksa Penuntut Umum seperti tersebut dalam surat dakwaannya;
Menimbang, bahwa terdakwa diajukan ke persidangan karena didakwa dengan dakwaan alternative, yaitu melanggar Pasal 372 KUHP atau melanggara Pasal 378 KUHP.
Menimbang, bahwa untuk dapat dipersalahkan melanggar pasal 372 KUHP sebagaimana diuraikan dalam dakwaan alternative kesatu maka perbuatan terdakwa harus memenuhi unsur-unsur:
• Barang siapa;
• Dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain;
• Yang ada dalam kekuasannya bukan karena kejahatan.
Menimbang, bahwa sekarang harus dibuktikan apakah perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur seperti tersebut di atas;
Unsur “Barang Siapa”
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan kata Barang siapa adalah sesuai dengan ketentuan umum Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang lebih dikenal secara populer dengan sebutan KUHAP adalah orang perseorangan atau termasuk korporasi. Barang siapa sebagai subyek hukum yang mampu bertangguang jawab dan dapat dipertanggunagjawabkan atas perbuatannya, yang dalam perkara ini adalah TERDAKWA Sarimin Sm.Hk., identitas sebagai mana tersebut dalam surat dakwaan yang di dalam persidangan terlihat sehat secara jasmani dan rohani.
Dengan demikian unsur “unsur barang siapa” telah terbukti.

Unsur “Dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain”
Menimbang, bahwa dalam pemeriksaan di persidangan terungkap fakta bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk biaya perkara dan Rp. 5.000.000,-(lima juta rupiah) untuk pengajuan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya yang seluruh atau sebagiannya adalah milik Tuan Katimim. Terdakwa memberikan keterangan palsu tentang perkara yang sedang ditanganinya dengan mengatakan kepada korban bahwa perkara berjalan baik dan lancar. Uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. Dengan demikian unsur “dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaaan orang lain” telah terbukti.

Unsur “Yang ada dalam kekuasannya bukan karena kejahatan”
Menimbang, bahwa Uang tersebut adalah uang milik Katimin dan diserahkan untuk keperluan perkara dalam pengajuan sita jaminan, banding atau upaya hukum lainnya. Dengan demikian unsur “tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan” telah terbukti.
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbagan tersebut maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti melakukan tindak pidana “penggelapan” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP;
Menimbang, bahwa selama proses persidangan tidak diketemukan alasan pemaaf dan alasan pembenar pada diri terdakwa sehingga terdakwa dipandang mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka terdakwa harus dijatuhi pidana;
Menimbang, bahwa berkaitan dengan hal tersebut maka sebelum menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, Majelis Hakim memandang perlu mempertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa;
Keadaan yang memberatkan:
1. TERDAKWA dalam memberikan keterangannya berbelit-belit dan tidak berterus-terang.
2. TERDAKWA selaku Advokat/Pengacara telah menyalahi kode etik profesi advokat.
3. Perbuatan TERDAKWA menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Hal-hal yang meringankan :
1. TERDAKWA berlaku sopan di persidangan;
2. TERDAKWA belum pernah dihukum.
Mengingat ketentuan Pasal 167 ayat (1) KUHP, Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 197 KUHAP serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I
• Menyatakan terdakwa Sarimin tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana PENCURIAN sebagaimana diuraikan dalam dakwaan alternative kedua dari Jaksa Penuntut Umum;
• Membebaskan terdakwa dari dakwaan alternative kedua;
• Menyatakan terdakwa tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “PENGGELAPAN” seperti dimaksud dalam dalam dakwaan alternative kesatu ;
• Memidana terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun, dikurangi selama terdakwa berada di tahanan;
• Menghukum terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);
• Menyatakan barang bukti berupa:
1. Bukti tertulis 5 lenbar copy kwitansi @ Rp. 10.000.000,- dan 1 lembar copy kwitansi Rp. 5.000.000,-
2. 1 lembar copy surat kuasa khusus.
3. Daftar rincian uang yang diterima oleh terdakwa dari katimin.
4. Copy Surat dari fakultas hukum Universitas Gemilang Bogor tanggal 12 November 1984 yang diserahkan kepada terdakwa sebagai peserta ujian dari fakultas hukum.
5. Copy surat keterangan dari terdakwa yang kata “Muda”nya dicoret.
6. Bukti papan reklame atas nama Sarimin SH.
Demikianlah diputuskan dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang pada hari Selasa, tanggal 5 Juni 2012 oleh kami PUJI INDRA SANTOSA SH. MH., Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri, TIKA SARTIKA, SH., dan LINDA ROSIDA SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut pada hari itu juga diucapkan di dalm persidangan yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis dan Hakim-Hakim Anggota serta dihadiri oleh DINA BERLIANA, Sm.Hk, Panitera pengganti Pengadilan Negeri tersebut, KOKO KUSWANTO, SH. MH., Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Subang, dan Terdakwa Sarimin Sm.Hk serta Penasihat Hukumnya.
Panitera Pengganti Hakim Ketua Majelis,

DINA BERLIANA, Sm.Hk. PUJI INDRA SANTOSA, SH., MH.

Hakim Anggota,
1.
TIKA SARTIKA, SH.
2.
LINDA ROSIDA, SH.

About these ads
  1. makasih, cukup membantu nih postingan di peraktikum sidang semu gua. :)

    ada yang tentang hukum jaminan gak,,,,,,,????

  2. Nice blog. Boleh nanya-nanya seputar masalah hukum dong yaa…

  3. makasih yah :D

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,092 other followers

%d bloggers like this: