Contoh Surat Tuntutan Pidana (Hasil Tugas Kuliah)

hai hai haiiii,,
balik lagi ne ma dina tropika *hadeuuh,,ala2 announcer buka acara deh* haha :D
kali ini dina bakalan share tugas kuliah tentang tuntutan pidana perkosaan,, kali ajja dari kalian semua ada yang butuh rekes-rekesnya,, hehe
semoga bermanfaat :D

KEJAKSAAN NEGERI SUBANG

= = = = = = = = = = = = = = = = = =

“UNTUK KEADILAN”

TUNTUTAN PIDANA

——————————

No.PDM-18/Sbg/10/2012

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Subang dengan memperhatikan hasil pemeriksaaan sidang dalam perkara atas nama terdakwa:

Nama lengkap : Salewat

Tempat lahir : Subang

Umur/tanggal lahir : 30 tahun/ 1 Januari 1982

Jenis kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia

Tempat tinggal : Desa Pagarayu, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang

Agama : Islam

Pekerjaan : Karyawan

Pendidikan : SLTA

Berdasarkan surat penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Subang No.013/Pen.Pid. /2012/PN.Sbg. tertanggal 22 Februari 2012, terdakwa dihadapkan ke persidangan dengan dakwaan sebagai berikut:

Bahwa ia terdakwa Salewat pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 sekitar jam 20.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan Maret 2011 de desa Ciater, Subang, setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Subang, terdakwa dan saksi 1 yang bernama Sariintan bertemu ketika menonton layar tancap di rumah tetangga Sariintan yang bernama Parto yang sedang mengadakan acara perkawinan anaknya, kemudian mereka berjanji akan pergi bersama di objek wisata Ciater, Subang. Pada tanggal 6 Maret 2011, mereka bertemu pada suatu tempat yanmg telah ditentukan, kemudian pergi berboncengan dengan sepeda motor ke Ciater. Di tempat wisata tersebut terdakwa memaksa Sariintan untuk melakukan hubungan suami istri di luar perkawinan dan mengancam akan meninggalkannya di tempat itu serta akan menceritakan hubungan mereka bila kemauan terdakwa tidak dituruti. Akhirnya Sariintan pun menuruti kemauan terdakwa di bawah ancaman terdakwa. Selanjutnya perbuatan terdakwa tersebut dilakukan sebanyak empat kali dengan Sariintan. Perbuatan terdakwa tersebut dilakuan dengan tahapan waktu dan tempat sebagai berikut: Pada tanggal 6 Maret 2011, terdakwa melakukan hubungan intim dengan Sariintan dengan cara memaksa dan mengancam yang dilakukan di objek wisata ciater. Hubungan yang kedua terjadi pada tanggal 7 April 2011 sekitar jam 19.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih pada tanggal 7 April 2011 dilakukan di pinggir sungai dekat pemandian desa Ciater. Kemudian pada tanggal 15 April 2011 sekitar jam 17.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih pada tanggal 15 April 2011, hubungan yang ketiga dilakukan di salah satu gubug persawahan di desa Ciater dan hubungan yang keempat dilakukan pada tanggal 30 April 2011 di rimbunan bambu dekat kebun Aswita di desa Ciater. Perbuatan terdakwa yang telah dilakukan dengan cara-cara tersebut mengakibatkan Sariintan hamil.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam

Pasal 285 KUHP

Fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan di persidangan secara berturut-turut sebagai berikut:


Keterangan saksi-saksi:

1. Saksi Sariintan, di bawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

- Saksi mengenal terdakwa sejak kecil karena rumahnya berdekatan.

- Saksi dan terdakwa bertemu tanggal 5 maret 2011 sekitar jam 20.00 WIB malam ketika sedang menonton layar tancap di rumah tetangganya Parto yang sedang mengadakan acara perkawinan anaknya, dan berjanji untuk berwisata ke Ciater keesokan harinya.

- Saksi mengetahui bahwa terdakwa telah beristri dan mempunyai anak.

- Saksi dan terdakwa berboncengan ke Ciater pada hari Minggu 6 Maret 2011, dan sesampainya di tempat tersebut suasana masih sepi, dan ketika saksi hendak bertukar pakaian mandi, terdakwa menyusul ke kamar ganti dan mengunci pintu kamar ganti tersebut. Selanjutnya terdakwa memaksa saksi untuk berhubungan intim dan mengancam untuk membongkar rahasia dan meninggalkan saksi di tempat tersebut bila tidak dituruti.

- saksi menolak ajakan tersebut dan berteriak, namun tidak ada yang mendengar, kemudian terjadilah hubungan intim diantara keduanya.

- pada tanggal 7 April 2011 sekitar jam 19.00 WIB terjadi lagi hubungan kedua di pinggir sungai dekat pemandian desa, kemudian berlanjut kembali tanggal 15 April 2011 sekitar jam 17.00 WIB di salah satu gubuk persawahan, dan tanggal 30 April 2011 di rimbunan bambu dekat kebun Aswita.

- Bahwa setelah terdakwa mengetahui saksi hamil, terdakwa bermaksud untuk menggugurkan kandungan saksi, namun ditolak oleh saksi.

- Terdakwa pernah berjanji untuk menikahi saksi sebagai istri kedua dan pernah menemui orang tua saksi.

Tanggapan terdakwa:

- Keterangan saksi tidak benar, terdakwa tidak pernah berhubungan intim dengan saksi Sariintan, dan terdakwa menyangkal bahwa kehamilan saksi Sariintan adalah hasil dari hubungan intim antara diri terdakwa dan saksi Sariintan.

2. Saksi Amin, di bawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

– Saksi mengenal baik saksi Sariintan dan terdakwa.

– Sekitar bulan April 2011 saksi pernah melihat keduanya berdua-duaan di pinggir sungai dekat pemandian desa.

– Saksi saat itu berada di pinggir sungai sedangkan terdakwa dalam keadaan mandi. Ketika saksi kembali ke sungai untuk mengambil air, saksi melihat istri terdakwa yang bernama Iyah sedang mengintip dari jauh keadaan saksi Sariintan dan terdakwa. Iyah pernah menceritakan kepada saksi mengenai hubungan gelap antara saksi Sariintan dengan terdakwa.

Tanggapan terdakwa:

- Keterangan saksi tidak benar, terdakwa memang benar sedang berada di pinggir sungai dekat pemandian desa, tetapi tidak sedang berdua-duaan dengan saksi Sariintan.

3. Saksi Atok dan Juleha, di bawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

– Bahwa benar saksi adalah ayah saksi Sariintan .

– Bahwa saksi Sariintan dan terdakwa pernah datang ke rumah saksi Atok dan saksi Juleha sekitar bulan Juni 2011. Saksi Sariintan mengatakan bahwa terdakwa bermaksud mengajaknya pergi.

– Terdakwa waktu itu kemudian pamit untuk pergi ke pasar dan kemudian sore hari datang kembali untuk menjemput saksi Sariintan. Waktu itu saksi memberitahu saksi Juleha sebagai istrinya bahwa saksi Sariintan tidak diperbolehkan pergi bersama terdakwa.

Tanggapan terdakwa:

- Keterangan saksi tidak benar, karena terdakwa belum pernah ke rumah saksi Sariintan.

4. Saksi Juleha, di bawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

– Bahwa benar saksi Juleha adalah ibu dari saksi Sariintan.

– Bahwa saksi Sariintan dan terdakwa pernah datang ke rumah saksi Atok dan saksi Juleha sekitar bulan Juni 2011. Saksi Sariintan mengatakan bahwa terdakwa bermaksud mengajaknya pergi.

– Terdakwa waktu itu kemudian pamit untuk pergi ke pasar dan kemudian sore hari datang kembali untuk menjemput saksi Sariintan. Waktu itu saksi diberitahu saksi Atok bahwa saksi Sariintan tidak diperbolehkan pergi bersama terdakwa.

Tanggapan terdakwa:

- Keterangan saksi tidak benar, karena terdakwa belum pernah ke rumah saksi Sariintan.

5. Saksi Sudira, di bawah sumpah menerangkan sebagai berikut:

– Bahwa saksi selaku kepala desa pernah menerima laporan saksi Sariintan bahwa yang bersangkutan telah dihamili oleh terdakwa.

– Sekitar bulan Oktober 2011 jam 10.00 WIB saksi memerintahkan sekretaris desa untuk memanggil terdakwa.

– Bahwa dalam pemeriksaan di Balai Desa, dengan disaksikan saksi Sariintan, Sekretaris Desa, dans seorang warga desa bernama Antiman, terdakwa mengakui adanya hubungan gelap antara saksi Sariintan dengan terdakwa dan bersedia menikahi saksi Sariintan.

– Saksi kemudian membuatkan surat pernyataan berisikan kesanggupan terdakwa untuk menikahi saksi Sariintan, namun terdakwa tidak mau menandatanganinya dan meminta waktu 2 hari guna meminta persetujuan istrinya terlebih dahulu.

Tanggapan terdakwa:

- Keterangan saksi tidak benar, karena dalam pemeriksaan di Balai Desa terdapat paksaan dari Kepala desa.

Surat:

Dalam perkara ini diajukan 1 (satu) alat bukti surat berupa Visum et Repertum yaitu:

- V.e.R. No. 34-SK.II/134/1-67-12 tanggal 15 Januari 2012 atas nama Ny. Sariintan yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Alex Tanuwidjaya, M.P.H., yang pada intinya menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter forensik diketahui bahwa benar berdasarkan hasil tes DNA anak yang dilahirkan Ny. Sariintan adalah anak dari terdakwa Salewat.

Setelah dibacakan di persidangan, alat bukti surat ini dibenarkan oleh saksi dan terdakwa.

Keterangan Terdakwa:

- Terdakwa mengenal Sariintan sejak kecil karena rumahnya berdekatan.

- Terdakwa bertemu dengan Sariintan tanggal 5 maret 2011 sekitar jam 20.00 WIB malam ketika sedang menonton layar tancap di rumah tetangganya Parto yang sedang mengadakan acara perkawinan anaknya.

- Sekitar bulan Oktober 2011 terdakwa pernah dipanggil oleh Kepala Desa untuk meminta untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan Sariintan.

- Pada pemeriksaan oleh Kepala Desa tersebut terdakwa tidak mengakui perbuatannya karena adanya paksaan dari Kepala Desa.

- Terdakwa benar mengakui mempunyai sebuah sepeda motor Honda warna merah.

Barang bukti yang diajukan dalam persidangan yaitu:

- 1 (satu) lembar Asli Surat keterangan visum dari Rumah Sakit PTPN VIII Subang Nomor V.e.R. No. 34-SK.II/134/1-67-12 tanggal 15 Januari 2012 atas nama Ny. Sariintan yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Alex Tanuwidjaya, M.P.H.

Petunjuk:

- Dari fakta-fakta keterangan saksi, surat, terdakwa serta adanya barang bukti berupa satu lembar Surat visum et repertum yang telah diajukan dalam persidangan dan satu sama lain saling berkaitan sehingga ada persesuain antara keterangan terdakwa, saksi, surat dan barang bukti tersebut yang menunjukkan telah terjadi tindak pidana perkosaan yang secara jelas akan diuraikan dalam pembuktian.

ANALISIS FAKTA

Majelis Hakim yang Terhormat;

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan maka dapat disimpulkan:

1. Bahwa terdakwa bertemu dengan Sariintan tanggal 5 maret 2011 sekitar jam 20.00 WIB malam ketika sedang menonton layar tancap di rumah tetangganya Parto yang sedang mengadakan acara perkawinan anaknya, dan berjanji untuk berwisata ke Ciater keesokan harinya.

2. Bahwa terdakwa dan Sariintan berboncengan ke Ciater pada hari Minggu 6 Maret 2011.

3. Bahwa sesampainya di tempat tersebut suasana masih sepi, dan ketika Sariintan hendak bertukar pakaian mandi, terdakwa menyusul ke kamar ganti dan mengunci pintu kamar ganti tersebut. Selanjutnya terdakwa memaksa Sariintan untuk berhubungan intim dan mengancam untuk membongkar rahasia dan meninggalkan Sariintan di tempat tersebut bila tidak dituruti.

4. Bahwa atas ajakan terdakwa, Sariintan menolak ajakan tersebut dan berteriak, namun tidak ada yang mendengar, kemudian terjadilah hubungan intim diantara keduanya.

5. Bahwa pada tanggal 7 April 2011 sekitar jam 19.00 WIB terjadi lagi hubungan kedua di pinggir sungai dekat pemandian desa,

6. Bahwa kemudian terdakwa dan Sariintan melakukan kembali hubungan intim tersebut pada tanggal 15 April 2011 sekitar jam 17.00 WIB di salah satu gubuk persawahan,

7. Bahwa pada tanggal 30 April 2011 di rimbunan bambu dekat kebun Aswita, terdakwa dan Sariintan melakukan hubungan intim kembali untuk yang terakhir.

8. Bahwa setelah terdakwa mengetahui Sariintan hamil, terdakwa bermaksud untuk menggugurkan kandungan Sariintan, namun ditolak oleh Sariintan.

9. Bahwa Terdakwa pernah berjanji untuk menikahi Sariintan sebagai istri kedua dan pernah menemui orang tua Sariintan.

10. Bahwa terdakwa sekitar bulan Oktober pernah dipanggil oleh Sekretaris Desa untuk diadakan pemeriksaan di Balai Desa.

11. Bahwa dalam pemeriksaan di Balai Desa, dengan disaksikan Sariintan, Sekretaris Desa, dan seorang warga desa bernama Antiman, terdakwa mengakui adanya hubungan gelap antara saksi Sariintan dengan terdakwa dan bersedia menikahi saksi Sariintan.

12. Bahwa kemudian terdakwa dibuatkan surat pernyataan berisikan kesanggupan terdakwa untuk menikahi Sariintan, namun terdakwa tidak mau menandatanganinya dan meminta waktu 2 hari guna meminta persetujuan istrinya terlebih dahulu.

13. Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut, Sariintan menjadi hamil dan melahirkan seorang anak dan hal ini diperkuat dengan bukti V.e.R. No. 34-SK.II/134/1-67-12 tanggal 15 Januari 2012 atas nama Ny. Sariintan yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Alex Tanuwidjaya, M.P.H.

14. Bahwa terdakwa telah mengakui fakta tersebut.

ANALISIS HUKUM

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, maka sampailah kami kepada pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan.

Bahwa terdakwa didakwa dengan dakwaan:

Tunggal: Pasal 285 KUHP.

dengan unsur-unsur:

1. Barangsiapa;
2. Dengan kekerasan atau dengan ancaman;
3. Memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia karena perkosaan,

dan merupakan kewajiban dari Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan surat dakwaan dengan membuktikan unsur-unsur pasal 285 KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan sebagai berikut:

1. Unsur Barangsiapa:

Yang dimaksud dengan kata “barangsiapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subjek hukum, yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan.

Bahwa terdakwa Salewat selama pemeriksaan pada setiap tingkat dalam kedudukannya sebagai tersangka/terdakwa pelaku tindak pidana dalam perkara ini, sehingga dengan demikian jelaslah bahwa yang dimaksudkan dengan barangsiapa disini adalah terdakwa Salewat sebagai pelaku dari perbuatan pidana. Dengan demikian unsur ke-1 telah terpenuhi.

1. Unsur dengan kekerasan atau dengan ancaman:

Dapat dibuktikan dengan fakta bahwa Sariintan pada hari Minggu 6 Maret 2011, sedang bersama dengan terdakwa di Ciater. Di tempat tersebut suasana masih sepi, dan ketika Sariintan hendak bertukar pakaian mandi, terdakwa menyusul ke kamar ganti dan mengunci pintu kamar ganti tersebut. Selanjutnya terdakwa memaksa Sariintan untuk berhubungan intim dan mengancam untuk membongkar rahasia dan meninggalkan saksi di tempat tersebut bila tidak dituruti. Sariintan menolak ajakan tersebut dan berteriak, namun tidak ada yang mendengar, kemudian terjadilah hubungan intim diantara keduanya.

Mengancam, dapat diartikan sebagai memaksa orang lain untuk melakukan perbuatan yang tidak dikehendakinya disertai akan mencemarkan nama baik atau rahasia dan sebagainya, dan dengan dilakukannya perbuatan yang tidak dikehendaki oleh salah satu pihak maka dengan demikian terbuktilah unsur ke-2.

1. Unsur memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia karena perkosaan:

Dapat dibuktikan dengan fakta bahwa Sariintan adalah perempuan yang bukan istri terdakwa atau tidak ada ikatan suami istri. Istri sah terdakwa adalah bernama Iyah. Dengan demikian terbuktilah unsur ke-3.

Majelis hakim yang terhormat,

Berdasarkan pembuktian yuridis dan pembuktian yang telah kami uraikan di atas, maka, kami, penuntut umum, berpendapat bahwa semua unsur tindak pidana dalam Pasal 285 KUHP sebagaimana telah kami rumuskan dalam dakwaan tunggal telah dapat terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan, bahwa terdakwa bersalah melakukan perbuatan pidana perkosaan sebagaimana diatur dalam Pasal 285 KUHP. Berdasarkan sikap, ucapan-ucapan atau jawaban-jawaban terdakwa selama persidangan berlangsung tampak bahwa terdakawa adalah orang yang sehat jasmani maupun rohani, sehingga dalam hal ini terdakwa harus dianggap dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka terdakwa harus dinyatakan bersalah serta harus dipidana.

Sebelum kami sampai kepada tuntutan pidana atas diri terdakwa, perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan dalam mengajukan tuntutan pidana, yaitu:

Hal-hal yang memberatkan:

- Akibat perbuatan terdakwa, Sariintan menjadi hamil dan melahirkan seorang anak;

- Terdakwa sering tidak berterus terang selama proses pemeriksaan dan terdakwa juga memberikan keterangan berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya pemeriksaan;

- Dalam perkara ini terdakwa tidak mengakui bahwa bayi yang dilahirkan Sariintan bukan hasil dari dari perbuatannya.

Hal-hal yangmeringankan:

- Terdakwa berlaku sopan di persidangan;

- Terdakwa belum pernah dihukum karena tindak pidana;

- Terdakwa masih mempunyai istri dan anak dari Sariintan yang perlu diberikan biaya untuk hidup, sehingga terdakwa harus menafkahi keluarganya.

Dengan pertimbangan tersebut di atas maka kami, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan peraturan-peraturan serta Undang-Undang yang bersangkutan:

MENUNTUT

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang yang memeriksa perkara ini memutuskan:

1. Menyatakan terdakwa SALEWAT, bersalah melakukan tindak pidana perkosaan sebagaimana diatur dalam Pasal 285 KUHP.
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun penjara dengan perintah agar terdakwa segera ditahan.
3. Menyatakan barang bukti berupa:

- Surat yang berupa Visum et Repertum dengan nomor V.e.R. No. 34-SK.II/134/1-67-12 tanggal 15 Januari 2012 atas nama Ny. Sariintan yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Alex Tanuwidjaya, M.P.H., tetap dilampirkan dalam berkas perkara ini.

1. Menetapkan supaya terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah).

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan batin dan keteguhan iman kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang dalam memutuskan perkara ini.

Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan dan diserahkan pada sidang hari ini: Selasa tanggal 24 April 2012.

Subang, 24 April 2012

Hormat Kami,

JAKSA PENUNTUT UMUM,

KRIS PANJI ISMAYA, S.H.

JAKSA MUDA/NIP.256758903

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,092 other followers

%d bloggers like this: